Jumlah Ketersediaan pangan utama (beras)

Jumlah beras yang tersedia untuk dikonsumsi penduduk Kabupaten Berau dalam periode tertentu. Angka ini berasal dari produksi beras dalam daerah setelah dikurangi penggunaan nonkonsumsi dan susut, ditambah stok dan beras yang masuk dari luar daerah, dikurangi beras yang keluar dari daerah, dinyatakan dalam ton.

Dữ liệu và nguồn

Thông tin khác

Miền Giá trị
Nguồn Dinas Pangan
Last Updated tháng 10 30, 2026, 06:03 (UTC)
Được tạo ra tháng 10 30, 2026, 06:03 (UTC)
Cakupan Kabupaten
Cara Pengumpulan Data Kompilasi Produk Administrasi
Frekuensi Bulanan
Interpretasi Angka ketersediaan dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi beras penduduk: Surplus: ketersediaan lebih besar dari kebutuhan. Kebutuhan beras penduduk terpenuhi dan kelebihannya dapat menjadi stok atau dipasok ke daerah lain. Defisit: ketersediaan lebih kecil dari kebutuhan. Daerah bergantung pada pasokan dari luar dan lebih rentan terhadap gangguan distribusi dan gejolak harga. Semakin tinggi ketersediaan relatif terhadap kebutuhan, semakin kuat ketahanan pangan dari sisi ketersediaan. Angka sebaiknya juga dibaca menurut sumbernya: ketersediaan yang sebagian besar berasal dari pemasukan luar daerah berbeda maknanya dengan ketersediaan yang berasal dari produksi lokal, karena ketergantungan pada pasokan luar menambah risiko.
Jadwal Rilis Januari
Keluaran Sektoral
Klasifikasi Penyajian Kabupaten Berau
Konsep Ketersediaan pangan adalah kondisi tersedianya pangan dari produksi dalam daerah, cadangan pangan, dan pemasukan dari luar daerah apabila produksi dan cadangan tidak mencukupi. Beras sebagai pangan pokok utama penduduk menjadi komoditas kunci dalam menilai kecukupan pangan suatu wilayah.
Metode/Rumus Perhitungan Produksi Beras = Produksi Padi (ton GKG) × Faktor Konversi GKG ke Beras Produksi Beras Netto = Produksi Beras − (Benih + Pakan + Susut/Tercecer + Industri Nonpangan) Ketersediaan Beras = Produksi Beras Netto + Stok Awal + Pemasukan − Pengeluaran − Stok Akhir Status neraca: Neraca Beras = Ketersediaan Beras − Kebutuhan Konsumsi Beras Kebutuhan Konsumsi Beras = Jumlah Penduduk × Konsumsi Beras per Kapita Nilai positif berarti surplus, nilai negatif berarti defisit.
Nama Kegiatan Statistik Kompilasi Data Penyusunan Proyeksi Neraca Pangan Wilayah
No. Romantik -
Penanggung Jawab Program (Bidang) Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Pangan
Penanggung Jawab Program (Jabatan) Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
Periode Input Data Tahun
Referensi / Sumber Data IKD (RKPD)
Satuan Ton
Sifat Data Terbuka
Ukuran Berat
Urusan Pangan
Variabel Pembentuk 1. Luas panen padi (ha) 2. Produktivitas padi (ton GKG/ha) 3. Produksi padi (ton GKG) 4. Faktor konversi gabah kering giling (GKG) ke beras 5. Penggunaan nonkonsumsi dan susut: benih, pakan, tercecer/susut, dan penggunaan industri nonpangan 6. Stok beras awal periode 7. Pemasukan beras dari luar daerah 8. Pengeluaran beras ke luar daerah 9. Stok beras akhir periode, jika metode memakai perubahan stok
harvest_object_id a2bdfabb-8fb9-4863-9a45-188bb94a3f72
harvest_source_id 20de0e30-40e5-487c-9dcc-84fb69c0093b
harvest_source_title Satu Data Berau