Indeks Pemanfaatan Pangan

Indeks komposit yang mengukur tingkat pemanfaatan pangan penduduk Kabupaten Berau, disusun dari indikator pilar pemanfaatan pangan dalam IKP, yaitu rata-rata lama sekolah perempuan, akses rumah tangga terhadap air bersih, keamanan pangan, skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi, dan prevalensi stunting balita, pada periode tertentu.

Data og ressurser

Tilleggsinformasjon

Felt Verdi
Kilde Dinas Pangan
Sist oppdatert november 3, 2026, 06:31 (UTC)
Opprettet november 3, 2026, 06:31 (UTC)
Cakupan Kabupaten
Cara Pengumpulan Data Kompilasi Produk Administrasi
Frekuensi Tahunan
Interpretasi Nilai indeks berada pada skala 0–100. Semakin tinggi nilainya, semakin baik pemanfaatan pangan, artinya konsumsi pangan lebih beragam dan aman, sanitasi dan akses air bersih lebih baik, pengetahuan gizi lebih memadai, dan status gizi balita lebih baik. Indeks ini sebaiknya dibaca bersama dua pilar lainnya. Wilayah dengan ketersediaan dan keterjangkauan pangan yang baik bisa tetap memiliki pemanfaatan rendah jika akses air bersih buruk atau prevalensi stunting tinggi. Karena indikator pilar ini banyak berada di luar kewenangan Dinas Pangan, penelusuran ke indikator penyusunnya penting untuk menentukan perangkat daerah mana yang perlu dilibatkan dalam intervensi.
Jadwal Rilis Januari
Keluaran LPPD
Klasifikasi Penyajian Kabupaten Berau
Konsep Pemanfaatan pangan adalah kemampuan tubuh dan rumah tangga untuk memanfaatkan pangan yang dikonsumsi secara optimal, yang dipengaruhi oleh pengetahuan gizi dan pengasuhan, kualitas dan keamanan pangan, keberagaman konsumsi, serta sanitasi dan akses air bersih. Hasil akhirnya tercermin pada status gizi penduduk, terutama balita.
Metode/Rumus Perhitungan 1. Standarisasi tiap indikator menggunakan z-score dan distance to scale 0–100, dengan arah indikator negatif dibalik. 2. Kalikan nilai terstandarisasi tiap indikator dengan bobotnya. 3. Jumlahkan hasilnya, lalu bagi dengan total bobot pilar agar indeks kembali ke skala 0–100: Indeks Pemanfaatan Pangan = Σ (aᵢ × Xᵢ) ÷ Σ aᵢ Keterangan: aᵢ adalah bobot indikator ke-i pada pilar pemanfaatan, dan Xᵢ adalah nilai indikator ke-i yang sudah distandarisasi.
Nama Kegiatan Statistik Kompilasi Data Penyusunan Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Berau
No. Romantik K-25.6405.008
Penanggung Jawab Program (Bidang) Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Pangan
Penanggung Jawab Program (Jabatan) Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
Periode Input Data Tahun
Referensi / Sumber Data RPJMD (IKK)
Satuan Indeks
Sifat Data Terbuka
Ukuran Indeks/Nilai
Urusan Pangan
Variabel Pembentuk 1. Rata-rata lama sekolah perempuan berumur di atas 15 tahun (tahun) 2. Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih (%) 3. Persentase sampel pangan segar dan siap saji yang memenuhi standar keamanan pangan terhadap total sampel (%) 4. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi (skor) 5. Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar/stunting (%) 6. Bobot masing-masing indikator sesuai petunjuk teknis IKP/FSVA yang berlaku Arah tiap indikator disesuaikan saat standarisasi: rata-rata lama sekolah perempuan, persentase keamanan pangan, dan skor PPH bersifat positif (semakin tinggi semakin baik), sedangkan persentase rumah tangga tanpa air bersih dan prevalensi stunting bersifat negatif (semakin kecil semakin baik).
harvest_object_id 5423857a-3856-4d20-b6b8-448fa79405f4
harvest_source_id 20de0e30-40e5-487c-9dcc-84fb69c0093b
harvest_source_title Satu Data Berau