<data xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance">
<row _id="1"><No>1</No><Daftar Data>Jumlah Kawasan Konservasi yang ditata menuju pengelolaan yang efektif</Daftar Data><2021>2</2021><2022>2</2022><2023>1</2023><Satuan>Kawasan</Satuan><Keterangan>1. TA. 2016 :  Kabupaten Berau
Peraturan Gubernur  Kalimantan Timur No. 60 Tahun 2019 Tentang Rencana Pengelolaan dan Zonasi Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS) di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019 - 2039
2. TA. 2021 : Kota Bontang
Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 32 Tahun 2021 Tentang Kawasan Konservasi di Perairan Bontang di Provinsi Kalimantan Timur
3. Hasil  Akhir Evaluasi EVIKA (Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi) tahun 2020 untuk Kabupaten Berau (KKP3K KDPS Berau) dengan hasil akhir 71.25 (dikelola optimum)
4. Hasil  Akhir Evaluasi EVIKA (Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi) tahun 2021 untuk Kabupaten Berau (KKP3K KDPS Berau) dengan hasil akhir 77.14 (dikelola optimum) dan untuk Kawasan Konservasi Kota Bontang dengan hasil 25,09 (dikelola minimum)</Keterangan></row>
<row _id="2"><No>2</No><Daftar Data>Persentase Cakupan wilayah laut sampai dengan 12 mil yang diawasi dari IUU fishing dan kegiatan yang merusak sumberdaya kelautan dan perikanan</Daftar Data><2021>100</2021><2022>100</2022><2023>100</2023><Satuan>%</Satuan><Keterangan>Tahun 2021: Kukar (92%), Bontang (4%), Kutim (4%). Tahun 2022 : Bontang (18,75%), PPU (12,5%), Kukar (56,25%), Balikpapan (12,5%)</Keterangan></row>
<row _id="3"><No xsi:nil="true" /><Daftar Data>a. Penguasaan kewenangan wilayah laut Provinsi sejauh 12 mil</Daftar Data><2021>64</2021><2022>66</2022><2023>47,06</2023><Satuan>mil</Satuan><Keterangan xsi:nil="true" /></row>
<row _id="4"><No>3</No><Daftar Data>Jumlah Hasil Bahan Uji Perikanan yang Dilakukan Pemeriksaan</Daftar Data><2021>232</2021><2022>310</2022><2023>240</2023><Satuan>Sampel</Satuan><Keterangan>PPMHP Samarinda</Keterangan></row>
<row _id="5"><No>4</No><Daftar Data>Jumlah Produksi Ketersediaan Benih</Daftar Data><2021>1231300</2021><2022>1083037</2022><2023>1385000</2023><Satuan>Ribu Ekor</Satuan><Keterangan xsi:nil="true" /></row>
<row _id="6"><No xsi:nil="true" /><Daftar Data>1). Udang Windu/Ikan Air Laut</Daftar Data><2021>1047846</2021><2022>902428</2022><2023>1200000</2023><Satuan>Ribu Ekor</Satuan><Keterangan>Data Hanya Udang Windu</Keterangan></row>
<row _id="7"><No xsi:nil="true" /><Daftar Data>2). Udang/Ikan Air Tawar</Daftar Data><2021>183454</2021><2022>180609</2022><2023>185000</2023><Satuan>Ribu Ekor</Satuan><Keterangan>2021 : Bawal air tawar, Betok, Gurame, lele , mas, Nila &amp; Patin 2022 : Ikan Mas, Lele, Patin dan Nila</Keterangan></row>
<row _id="8"><No xsi:nil="true" /><Daftar Data>3). Udang Galah /Ikan Air Laut</Daftar Data><2021>0</2021><2022>0</2022><2023 xsi:nil="true" /><Satuan>Ribu Ekor</Satuan><Keterangan>Tidak terdapat pembenihan udang galah/ikan air laut</Keterangan></row>
</data>
