{"help": "https://data.kaltimprov.go.id/nl/api/3/action/help_show?name=datastore_search", "success": true, "result": {"include_total": true, "limit": 100, "records_format": "objects", "resource_id": "6fd3a284-18b0-456e-8c0b-146ad238f1d7", "total_estimation_threshold": null, "records": [{"_id":1,"No.":"No.","Nama Variabel":"Nama Variabel","Alias":"Alias","Konsep":"Konsep","Definisi":"Definisi","Referensi Pemilihan":"Referensi Pemilihan","Referensi Waktu":"Referensi Waktu","Tipe Data":"Tipe Data","Klasifikasi Isian":"Klasifikasi Isian","Aturan Validasi":"Aturan Validasi","Kalimat Pertanyaan":"Kalimat Pertanyaan","Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2"},{"_id":2,"No.":"(1)","Nama Variabel":"(2)","Alias":"(3)","Konsep":"(4)","Definisi":"(5)","Referensi Pemilihan":"(6)","Referensi Waktu":"(7)","Tipe Data":"(8)","Klasifikasi Isian":"(9)","Aturan Validasi":"(10)","Kalimat Pertanyaan":"(11)","Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"(12)"},{"_id":3,"No.":"1","Nama Variabel":"orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)","Alias":"ODGJ","Konsep":"orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)","Definisi":"Orang dengan gangguan jiwa adalah mereka yang mengalami gangguan kesehatan mental yang memengaruhi cara mereka berpikir, merasakan, dan berperilaku. Gangguan jiwa dapat meliputi berbagai kondisi seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, skizofrenia, gangguan obsesif-kompulsif, dan banyak lagi.","Referensi Pemilihan":null,"Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":null,"Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":"-","Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"},{"_id":4,"No.":"2","Nama Variabel":"gizi Buruk","Alias":null,"Konsep":"gizi Buruk","Definisi":"Keadaan kurang zat gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam waktu cukup lama yang ditandai dengan berat badan menurut umur (BB/U) yang berada pada <-3SD tabel baku WHO-NCHS. Gizi buruk ini meliputi marasmus, kwashiorkor, dan marasmus-kwashiorkor.","Referensi Pemilihan":"kemkes.go.id; SIRUSA BPS (Metadata Variabel)","Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":null,"Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":"-","Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"},{"_id":5,"No.":"3","Nama Variabel":"Balita","Alias":null,"Konsep":"Balita","Definisi":"anak berusia 0-4 tahun (0-59 bulan)","Referensi Pemilihan":"Metadata Indikator SDGs Indonesia: Pilar Sosial, Kementerian Kesehatan, Riskesdas 2018","Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":"1. Laki-Laki 2. Perempuan","Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":null,"Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"},{"_id":6,"No.":"4","Nama Variabel":"gizi Buruk Balita","Alias":null,"Konsep":"gizi Buruk Balita","Definisi":"anak berusia 0-4 tahun (0-59 bulan) keadaan kurang zat gizi","Referensi Pemilihan":"kemkes.go.id; SIRUSA BPS (Metadata Variabel)","Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":"1. Laki-Laki 2. Perempuan","Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":null,"Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"},{"_id":7,"No.":"5","Nama Variabel":"Baduta (0-23 bulan)","Alias":null,"Konsep":"Baduta (0-23 bulan)","Definisi":"anak berusia 0-2 tahun (0-23 bulan)","Referensi Pemilihan":"Metadata Indikator SDGs Indonesia: Pilar Sosial, Kementerian Kesehatan, Riskesdas 2018","Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":null,"Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":null,"Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"},{"_id":8,"No.":"6","Nama Variabel":"Penduduk yang terinfeksi HIV Lanjut","Alias":"HIV","Konsep":"Penduduk yang terinfeksi HIV Lanjut","Definisi":"penduduk terinfeksi HIV yang memiliki akses obat ARV","Referensi Pemilihan":"Target dan Indikator MDGs Bappenas","Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":null,"Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":null,"Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"},{"_id":9,"No.":"7","Nama Variabel":"Kematian Akibat Malaria","Alias":"kematian_malaria","Konsep":"Angka Kematian akibat malaria","Definisi":"kematian selama menderita malaria","Referensi Pemilihan":"Permendagri 86/2017","Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":null,"Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":null,"Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"},{"_id":10,"No.":"8","Nama Variabel":"Kunjungan Ibu Hamil K4","Alias":null,"Konsep":"Ibu Hamil K4","Definisi":"Ibu hamil K4 merujuk pada program K4 (Kehamilan 4)","Referensi Pemilihan":null,"Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":null,"Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":null,"Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"},{"_id":11,"No.":"9","Nama Variabel":"Balita Gizi Kurang","Alias":null,"Konsep":"Balita Gizi Kurang","Definisi":"anak berusia 0-4 tahun (0-59 bulan) Kurang gizi tingkat berat disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari yang terjadi dalam waktu yang cukup lama. Gizi buruk diketahui dengan cara pengukuran berat badan menurut tinggi badan dan/ atau umur dibandingkan standar dengan atau tanpa tanda-tanda klinis. Cara perhitungan underweiieght adalah gizi buruk dan gizi kurang dihitung dari berat badan dibagi dengan umur (BB/U).","Referensi Pemilihan":"Metadata TPB Indonesia Tujuan 2","Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":"1. Batas gizi buruk pada balita adalah < -3.0 SD baku WHO 2. Batas gizi kurang pada balita yaitu antara < -2.0 SD sampai dengan -3.0 SD baku WHO","Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":null,"Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"},{"_id":12,"No.":"10","Nama Variabel":"Ibu nifas","Alias":null,"Konsep":"Ibu nifas","Definisi":"Ibu nifas adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan wanita yang baru saja melahirkan bayinya dan masih berada dalam masa penyembuhan setelah persalinan. Masa nifas dimulai segera setelah kelahiran bayi dan berlangsung hingga sekitar 6 minggu setelah melahirkan.","Referensi Pemilihan":null,"Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":null,"Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":null,"Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"},{"_id":13,"No.":"11","Nama Variabel":"neonatus","Alias":null,"Konsep":"neonatus","Definisi":"Neonatus adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bayi yang baru lahir hingga berusia 28 hari. Selama periode ini, bayi mengalami banyak perubahan dan adaptasi yang penting untuk memasuki dunia luar rahim.","Referensi Pemilihan":null,"Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":null,"Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":null,"Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"},{"_id":14,"No.":"12","Nama Variabel":"Lainnya","Alias":null,"Konsep":"Lainnya","Definisi":null,"Referensi Pemilihan":null,"Referensi Waktu":"Tahunan","Tipe Data":null,"Klasifikasi Isian":null,"Aturan Validasi":null,"Kalimat Pertanyaan":null,"Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2":"1"}], "fields": [{"id": "_id", "type": "int"}, {"id": "No.", "type": "text"}, {"id": "Nama Variabel", "type": "text"}, {"id": "Alias", "type": "text"}, {"id": "Konsep", "type": "text"}, {"id": "Definisi", "type": "text"}, {"id": "Referensi Pemilihan", "type": "text"}, {"id": "Referensi Waktu", "type": "text"}, {"id": "Tipe Data", "type": "text"}, {"id": "Klasifikasi Isian", "type": "text"}, {"id": "Aturan Validasi", "type": "text"}, {"id": "Kalimat Pertanyaan", "type": "text"}, {"id": "Apakah Kolom (2) Dapat Diakses Umum?\nYa -1\nTidak -2", "type": "text"}], "_links": {"start": "/api/action/datastore_search?resource_id=6fd3a284-18b0-456e-8c0b-146ad238f1d7", "next": "/api/action/datastore_search?resource_id=6fd3a284-18b0-456e-8c0b-146ad238f1d7&offset=100"}, "total": 14, "total_was_estimated": false}}